Memasuki puncak musim penghujan, dinamika lalu lintas di wilayah Malang Raya menghadirkan tantangan yang jauh lebih berat. Melintasi padatnya kawasan Soekarno Hatta (Suhat) yang dipenuhi kendaraan, atau bermanuver di jalur menanjak antar-kota menuju Kota Wisata Batu dan Pujon saat diguyur hujan lebat, menuntut tingkat kewaspadaan ganda dari setiap pengemudi. Jarak pandang yang menurun drastis dan aspal yang licin menjadi kombinasi kritis yang rawan memicu kecelakaan.
Bagi Anda pemilik lini kendaraan terbaru Honda (seperti All New BR-V, HR-V, CR-V, atau Civic RS), kehadiran teknologi keselamatan aktif Honda Sensing™ ibarat memiliki “kopilot” cerdas tak kasat mata yang selalu bersiaga.
Sebagai catatan penting di tengah beragamnya pilihan kendaraan di pasaran saat ini, sistem Honda Sensing™ merupakan teknologi perlindungan yang dirancang secara eksklusif dan dipatenkan khusus hanya untuk mobil Honda, sehingga fitur spesifik ini tidak akan Anda temukan pada kendaraan dari pabrikan lain.
Namun, di tengah cuaca ekstrem dan badai hujan, cara kerja sensor komputer tentu sedikit berbeda dibandingkan saat cuaca cerah. Agar perlindungan sistem eksklusif ini tetap bekerja optimal dan perjalanan keluarga Anda selalu aman, terapkan panduan menggunakan fitur Honda Sensing di musim hujan berikut ini.
1. Pastikan “Mata” Sensor Tidak Buta
Honda Sensing mengandalkan kolaborasi dua perangkat keras utama: radar gelombang milimeter di area logo Honda pada grille depan, dan kamera monokular beresolusi tinggi di balik kaca spion tengah (menghadap ke depan). Saat Anda menerjang genangan air berlumpur di sepanjang jalur Singosari atau Lawang, cipratan kotoran tebal berpotensi menutupi permukaan radar. Sementara itu, embun tebal atau sapuan wiper yang buruk akan menghalangi pandangan kamera.
Tips Optimal: Sebelum berkendara, pastikan logo Honda di depan bersih. Segera ganti karet wiper yang sudah getas agar sapuannya pada kaca depan benar-benar jernih. Jika sistem mendeteksi sensor terhalang oleh lumpur atau hujan yang luar biasa lebat, layar MID akan memunculkan peringatan “Some Driver Assist Systems Cannot Operate”. Ini normal; bersihkan kaca atau area radar saat Anda menepi di rest area Tol Pandaan-Malang.
2. Bijak Menggunakan Adaptive Cruise Control (ACC)
Fitur ACC sangat nyaman digunakan untuk menjaga kecepatan dan jarak secara otomatis saat Anda melaju santai di Tol Pandaan-Malang. Namun, mengaktifkan fitur ini di tengah hujan badai yang lebat sangat tidak disarankan.
Tips Optimal: Saat aspal tertutup genangan air, risiko aquaplaning (ban mengambang dan kehilangan traksi) sangat tinggi. Dalam kondisi jalan basah dan licin, Anda memerlukan kendali manual penuh dan insting responsif atas pedal gas dan rem. Matikan fitur ACC/LSF sementara waktu, kurangi kecepatan kendaraan Anda secara manual, dan tingkatkan jarak aman dengan kendaraan di depan hingga dua kali lipat dari biasanya.
3. Waspadai Garis Marka yang Tergenang Air (LKAS & RDM)
Fitur Lane Keeping Assist System (LKAS) dan Road Departure Mitigation (RDM) bekerja dengan cara membaca kontras warna garis marka jalan (putih atau kuning) melalui kamera monokular. Ketika hujan badai turun atau saat malam hari dengan kondisi aspal yang tergenang air, pantulan cahaya pada aspal basah sering kali membuat garis marka jalan seolah menghilang dari pandangan.
Tips Optimal: Jika kamera kesulitan membaca marka jalan yang pudar atau terendam genangan air di kawasan Dinoyo, indikator LKAS di layar MID akan berubah dari warna hijau (aktif) menjadi putih (siaga/jeda). Jangan panik; ini berarti sistem menyerahkan kendali setir sepenuhnya kembali kepada Anda. Tetap letakkan kedua tangan Anda di lingkar kemudi dan fokus pada lajur jalan.
4. CMBS Tetap Bersiaga, Namun Jaga Jarak Pengereman
Fitur Collision Mitigation Braking System (CMBS) tetap bekerja aktif di latar belakang untuk mendeteksi risiko tabrakan depan, baik dengan kendaraan lain maupun pejalan kaki yang menyeberang mendadak. Namun, hukum fisika tetap berlaku: jalanan yang basah akan secara signifikan memperpanjang jarak pengereman (braking distance) mobil Anda, sehebat apa pun rem otomatis bekerja.
Tips Optimal: Jangan pernah sengaja mengandalkan atau menunggu CMBS bekerja untuk menghentikan mobil Anda di tengah hujan. Kurangi kecepatan maksimal Anda, injak pedal rem lebih awal dan lebih halus saat mendekati persimpangan lampu merah di kawasan Kayutangan, dan biarkan CMBS bertindak sebagai sistem perlindungan lapis terakhir, bukan yang pertama.
5. Peran Auto High-Beam (AHB) di Jalur Gelap
Fitur AHB sangat membantu menerangi rute pedesaan atau jalur pegunungan menuju Pujon yang minim fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU). Sistem akan menyalakan lampu jauh secara otomatis dan meredupkannya saat ada kendaraan dari arah berlawanan. Namun, saat hujan turun dengan intensitas ekstrem (membentuk tirai air tebal) atau kabut tebal turun, sorotan high-beam yang terlalu terang justru akan memantul balik dari butiran air dan menyilaukan mata Anda sendiri.
Tips Optimal: Jika hujan dirasa terlalu lebat dan lampu jauh (high-beam) justru memantul dan mengaburkan pandangan, alihkan tuas lampu dari mode “AUTO” ke mode lampu dekat biasa (low-beam), dan nyalakan lampu kabut (fog lamp) depan untuk membantu menerangi permukaan aspal di jarak dekat.
Persiapkan Kendaraan Anda di Honda Sukun Malang
Fitur keselamatan canggih Honda Sensing tidak akan bekerja maksimal jika komponen dasar kendaraan Anda tidak terawat. Ketebalan alur ban, fungsi rem hidrolik, dan kualitas sapuan karet wiper adalah garda terdepan keselamatan Anda saat membelah hujan.
Pastikan mobil Honda Anda selalu dalam kondisi prima menghadapi cuaca ekstrem Malang Raya dengan melakukan pengecekan menyeluruh di bengkel resmi Honda Sukun Malang. Teknisi ahli kami siap menginspeksi ketebalan ban, sistem pengereman ABS, dan memastikan kamera serta radar Honda Sensing Anda terkalibrasi dengan sempurna.
Hubungi Customer Care kami hari ini untuk booking service persiapan musim hujan, dan nikmati ketenangan berkendara ekstra bersama perlindungan maksimal dari Honda!





